14 Jam di Kuala Lumpur

Perjalanan wisata dengan waktu yang singkat bisa membuat kita menjadi orang yang bisa menghargai waktu karena adanya keterbatasan waktu tersebut. Itu juga yang kami alami ketika menjelajahi Kuala Lumpur hanya dengan 14 jam.

Dalam perjalanan ini kami memanfaatkan tiket promo dari airasia yang sudah saya beli 8 bulan sebelum keberangkatan sehingga bisa mendapatkan harga murah tentunya. Pergi keluar negeri pertama kali sungguh membuat kita harus memepersiapkan mental apalagi liburan yang tidak ikut tour paket. Sehingga kita harus memepersiapkan segala sesuatunya sendiri seperti transportasi, obyek wisata yang akan kita kunjungi dan tentunya hotel yang sesuai dengan keuangan dan minat kita.

Kami memilih Malaysia karena adanya transportasi yang mudah jika menginginkan untuk mengunjungi obyek wisata yang masih di sekitaran wilayah Kuala Lumpur yang terpusat di KL Sentral. Dan tentunya jika kita menginginkan melanjutkan perjalanana ke negara lain seperti kami sangat dipermudah karena pesawat Airasia dari Kuala Lumpur memiliki banyak penerbangan seperti Krabi yang merupakan salah satu provinsi di Thailand Selatan yang akan menjadi tujuan kami selanjutnya setelah 14 jam keliling Kuala Lumpur.

Tanggal 28 Oktober adalah hari dimana memulai perjalanan, kami berangkat dari rumah menggunakan motor dan parkir inap di bandara, sehingga mengurangi biaya untuk taksi. Karena ini adalah perjalanan luar negeri pertama bagi saya sehingga pas cek paspor petugas dari imigrasi menanyakan kenapa mau pergi ke Malaysia dan kenapa baru terbang apakah membatalkan penerbangan tahun kemarin. Untuk temen saya tidak ada pertanyaan karena ini kali kedua melakukan perjalanan keluar negeri.

Lama penerbangan dari bandara terminal 3 Soekarno Hatta ke LCCT yang merupakan bandara untuk biaya murah di KLIA adalah 2 jam. Setelah tiba di LCCT pas di pengecekkan paspor di imigrasi Malaysia tidak ada kendala hanya di tanya apakah ini kali pertama ke Malaysia. Karena kami tidak ada rencana menginap di Kuala Lumpur sehingga tas dan koper di titipkan di penitipan bagasi yang ada di sebelah kanan pas kita turun dari tangga keluar bandara dengan counter berwarna cat kuning. Dari LCCT ke KL Sentral kami sudah membeli tiket Sky Bus yang kami beli berbarengan dengan tiket pesawat karena lebih murah dan juga memudahkan kami yang baru pertama ke Kuala Lumpur.

Tujuan wisata pertama kami adalah ke Batu Caves yang merupakan tempat ibadah agama Hindu yang berada di atas gunung karst. Untuk menuju kesana kami menggunakan kereta komuter dengan harga tiket 1RM bagi dewasa dengan lama perjalanan kurang dari 1 jam. Ketika kami kesana cuaca sangat tidak mendukung karena gerimis sehingga pengunjung tidak terlalu banyak tetapi itu sangat menguntungkan bagi yang suka fotografi karena tidak terganggu dengan adanya lalu lalang wisatawan di sekitaran patung dewa. Untuk menuju ke gua, terlebih dahulu kita harus menaiki anak tangga yang lumayan banyak dan terkadang ada monyet yang muncul di anak tangga sambil mencari makanan. Kenapa kami memilih ke Batu caves di sore hari karena kami ingin ambil foto pas matahari tenggelam dari ketinggian dengan latar belakang kota dan gunung tetapi karena gerimis sehingga kami tidak mendapatkan moment tersebut. Setelah puas mengelilingi Batu Caves dan foto-foto, tujuan wisata kami selanjutnya adalah ke KLCC yang merupakan ikon dari Malaysia. Tetapi terlebih dahulu kami harus kembali ke KL Sentral, untuk harga tiket dari Batu Caves ke KL Sentral naik 50 sen menjadi 1.50RM. Setiap sampai di stasiun tujuan, kita harus menyerahkan tiket yang merupakan alat untuk membuka portal pintu ketika akan masuk ke peron sebagai bukti jika kita bukan penumpang ilegal karena jika kita tidak ada tiket tersebut akan dikenai denda 30RM.








Dari KL Sentral ke KLLC hanya memerlukan waktu 30 menit dan untuk tiket keretanya kita harus menukar uang menjadi token karena kami belum pernah menggunkan alat tersebut sebelumnya sehingga kamipun terlebih dahulu melihat cara warga Malaysia dalam menggunkan alat tersebut. Karena harga tiket dari KL Sentral ke KLCC 1.60RM sehingga kita harus menukar koin sen terlebih dahulu di kasir yang telah di sediakan. Dan peraturannya masih tetap sama jika kita menuju ke peron kita harus menempelkan token diatas alat untuk membuka palang pintu dan setelah sampai di stasiun tujuan token harus dikembalikan. Sebenarnya tujuan kami ke KLCC adalah bertemu dengan Tia yang merupakan teman dari teman saya yang kuliah di UMN. Tetapi karena sampai di KLCC tower sudah terlalu malam sehingga Tia membatalkan karena besok ada ujian sehingga harus belajar. Sedikit kecewa sih karena demi kebaikan Tia kami pun akhirnya mengikhlaskan.


Sebelum ke KLCC sebenarnya kami makan dulu di kedai makanan yang seperti food court yang ada di Indonesia. Karena baru sempat makan. Makanan yang kami pilih adalah nasi briyayi dengan harga 8.60RM dan minumnya lemon tea dengan harga 2.30RM. Dengan harga yang tidak terlalu mahal tetapi cukup mengenyangkan pastinya.

Setelah dari KLCC kami melakukan perjalanan jalan kaki mengelilingi Kuala Lumpur dari KLCC menuju ke KL Sentral sehingga perjalanan ini penuh dengan petualangan yang sebenarnya. Karena dengan melakukan jalan kaki kami bisa berinteraksi dengan warga Malaysia jika ingin menanyakan jalan. Walaupun terkadang warga lokal tidak tahu jalan dan malahan ada satpam dari stasiun MRT yang sebelum saya bertanya dia langsung menutup pintu masuk ke stasiun. Melakukan perjalanna malam di Kuala Lumpur sungguh sepi dan di depan gedung perkantoran tidak ada satpam sehingga kami pun agak kesusahan untuk menanyakan jalan.Walaupun berbekal peta yang di beri oleh teman wisatawan dari Medan tetap saja tidak membantu karena setiap bertanya ke warga lokal pasti salah jalan. Dan akhirnya kamipun mengunakan taksi untuk menuju ke KL Sentral karena waktu sudah cukup malam dan kami harus segera sampai di KL Sentral untuk naik Sky Bus yang pertama menuju LCCT supaya tidak ketinggalan pesawat menuju ke Krabi. Tetapi sebelumnya kami makan terlebih dahulu di Mc Donalds yang berada di KL Sentral. 



Taksi di Kuala Lumpur tidak menggunakan argo tetapi kita di patok harganya dan kami kena biaya 15 RM. 
Walaupun begitu kami sudah sempat ke bebagai tujuan wisata yang ada di Kuala Lumpur seperti Hard Rock Cafe, Pettaling Street, Masjid Jamek dan Pasar Rakyat dan KL Tower dengan waktu 14 Jam.








Tetapi perjalanan ini sangat bermakna karena dimanapun kita berada disitulah kita akan membutuhkan keberadaan orang lain.

Biaya perjalanan :
Harga tiket promo Airasia : Rp 450.000 (1 orang)
Airport Tax Soeta             : Rp 150.000
Biaya Akomodasi             : Rp 354.000 (100 RM)
Total Biaya                       : Rp 954.000
Foto diambil menggunakan kamera Olympus EPL-1, Xperia SP dan Samsung Note 1

Bersambung............





Postingan populer dari blog ini

Perjalanan Singkat Mengenal Bangkok dan Pattaya

Taman Wisata Alam Mangrove Pantai Indah Kapuk Jakarta

Skye Menara BCA