2 hari 1 malam di Krabi

Seperti yang sudah di tulis sebelumnya dalam judul 14 jam di Kuala Lumpur. Perjalanan kami selanjutnya akan di lanjutkan ke Krabi yang merupakan salah satu Provinsi di Thailand Selatan. Mungkin Krabi tidak begitu terkenal di banding dengan Phuket ataupun Bangkok. Tetapi sebenarnya jika kita menyukai ketenangan dan keramahan penduduk lokal Krabi bisa menjadi salah satu tujuan wisata terutama bagi masyarakat Indonesia yang mayoritas muslim karena di Krabi banyak di jumpai kedai makanan Halal dan ada juga penduduk lokal ataupaun pegawai hotel yang sedikit mengerti bahasa Melayu sehingga memepermudah komunikasi kita.

Untuk perjalan ke Krabi penerbangan langsung dari Kuala Lumpur ada dua kali yaitu pagi dan siang. Karena kami hanya menginap satu malam sehingga memilih penerbangan yang pagi yaitu jam 06.30 pagi  waktu Malaysia. Dan rencana hari pertama kami adalah ke Phi Phi Island sehingga memilih jam penerbangan pagi supaya masih bisa ikut gabung wisatawan lain. Tetapi prediksi kami salah ternyata pesawat Airasia yang akan kami naiki ada masalah keterlambatan penerbangan 30 menit sehingga jadwal yang sudah di rencanakan berantakan dan tidak sesuai dengan rencana awal, serta di tambah waktu untuk boarding hanya di beri 1 jam sebelum keberangkatan, sehingga banyak wisatawan yang antri dari jam 4 pagi menumpuk di pintu boarding.

Dan pagi itu juga di Malaysia turun hujan, mungkin itu yang menyebabkan adanya keterlambatan penerbangan.

Penerbangan ke Krabi dari Kuala Lumpur membutuhkan waktu sekitar 1 jam. Dan begitu melihat langit di atas Krabi lewat jendela pesawat sangat indah dengan sedikit awan padahal ketika pesawat tinggal landas dari LCCT cuaca di Kuala Lumpur sedang hujan. Bandara Krabi sebenarnya kecil tetapi sangat bersih. 

Langit Krabi yang biru dengan gunung karst yang tampak dari jendela pesawat.

Sebenarnya yang kami tuju bukan di pusat kota Krabi tetapi Ao Nang. Dari bandara Krabi ke Ao Nang ada dua alternatif kendaraan yang bisa kita pilih yaitu bus umum dan taxi. Biaya bus dari bandara ke Ao Nang 150 THB dan taxi 600 THB. Karena kami menginginkan cepat sampai di hotel supaya bisa ikut tur Hopping Island maka kami memilih taxi yang sdh kami pesan sebelumnya lewat website dan enaknya kita tidak langsung bayar lewat website tetapi bayar tunai ketika sampai hotel sehingga keamanan transaksi tidak diragukan dan kepercayaan yang di utamakan.

Taxi di Krabi adalah mobil van yang sudah di modifikasi dengan kursi yang empuk dan di lengkapi wifi sehingga wisatawan merasa nyaman meskipun supirnya kurang dalam berkomunikasi, tetapi sedikit tahu bahasa Inggris. Jika kita menggunakan taxi sebaiknya rombongan supaya murah.


Jalanan Krabi menuju Ao Nang yang sepi dengan latar belakang gunung karst

Perjalanan dari bandara ke Resort yang sudah kami pesan sebelumnya lewat www.airasiago.com  membutuhkan waktu 30 menit karena jalanan di Krabi tidak macet dan tidak begitu banyak kendaraan. Yang saya salut adalah meski jalanan sepi dan tidak macet mereka sangat mematuhi rambu-rambu lalu lintas. Di dalam perjalanan supir taxi yang kami naiki mengucapkan kalau kita sangat beruntung karena hari tersebut adalah hari pertama ada matahari di Krabi sehingga sangat cerah langitnya dan hangat sinar mataharinya.

Sesampainya di resort kami langsung memesan paket wisata hopping island ke Phi Phi Island tetapi karena sampai resort jam 08.30 pagi waktu Thailand sehingga kami telat karena jika kita menginginkan paket tour tersebut wisatwan akan di jemput di hotel jam 08.00 pagi. Resort yang kami inap namanya www.aonangcliffviewresort.com sebenarnya kamar yang kami pesan adalah fan room tetapi kami mendapatkan kamar yang ac tanpa ada penambahan biaya. Pegawai resort yang di resesepsionis sangat fasih bahasa Inggrisnya sehingga sangat membantu jika kita membutuhkan sesuatu. Akhirnya pegawai tersebut memberikan alternatif hopping 4 island yaitu Tup Island, Chicken Island, Poda Island dan Phra Nang Beach. Dengan sedikit kecewa akhirnya kami memutuskan ikut gabung tur tersebut, dan ternyata kami juga tidak ada kesempatan untuk istirahat sama sekali karena sudah di jemput untuk menuju dermaga. Karena baju yang kami kenakan adalah baju yang di pakai pas di Kuala Lumpur akhirnya kami meminta waktu untuk ganti pakaian terlebih dahulu.

Untuk menuju keempat pulau tersebut kita menggunakan perahu kayu khas Thailand dan dalam satu kapal hanya ada 10 wisatwan yang duduknya di atur supaya seimbang. Dan ada satu tour guidenya serta di bantu satu orang lagi yang mengendari kapal tersebut.

Tour guidenya yang menamakan dirinya Mr. Kingkong

Pemberhentian pertama adalah di Pulau Tup, disana kita bisa melihat ikan-ikan yang berenang di tepian pantai tanpa harus snorkling.





Dan disini juga kami mendapatkan teman baru yaitu New dan Djazell yang sampai sekarang masih komunikasi dengan baik. New adalah warga asli Thailand yang tinggal di Bangkok sedangkan Djazell dari Amerika yang sedang liburan merayakan kelulusan kuliahnya. Karena kita menggunakan perahu yang berbeda sehingga kita pisah, tetapi Djazell masih bersama kami dan dia cerita kalau satu hari sebelumnya di Ao Nang diguyur hujan dan hari tersebut adalah hari pertama ada matahari seperti yang supir taxi ucapkan sebelumnya.

Setelah hampir 2 jam di pulau Tup akhirnya tour guide membawa kami melanjutkan perjalanan ke Chicken Island, disini kita bisa snorkling dan alat untuk snorkling sudah disiapkan tanpa ada biaya sewa. Supaya ikan-ikannya muncul di permukaan tour guide kami sdh mempersiapkan roti untuk umpan.


Hasil jepretan Djazell.

Pulau ketiga yang akan di tuju adalah Poda, di tengah perjalanan tour guidenya bilang bahwa di Poda kita akan makan siang yang sudah disipakan dan bungkusnya harus di buang di tempat yang sudah disiapkan sehingga tidak mengotori pulau. Mungkin itu yang membuat pariwisata di Thailand maju karena setiap pelaku wisata sadar akan kebersihan. 

Foto bersama dengan tempat sampah yang telah disediakan oleh tour guide.


Hamparan pasir putih dan birunya air laut beserta awan putih di langit yang biru serta gunung karst.

Perahu khas Thailand.

Setelah kenyang dan puas di pulau Poda peejalanan di lanjutkan ke Phra Nang Beach. Tour hopping 4 island yang kami ikuti adalah dengan Baraccuda tour dan biaya yang kami bayar sebesar 400THB terbilang murah karena sudah termasuk makan siang plus buah serta minuman kemasan dingin yang sudah disiapkan.

Phra Nang beach mempunyai gua sebagai atraksi pariwisatanya dan penjual makanan yang menggunakan perahu serta patung alat kelamin pria. Dengan pasir yang sangat halus membuat kita merasa nyaman berjalan diatas pasir tersebut.



Hasil foto-foto perjalanan ke Phra Nang Beach.

Melihat wisatawan yang sedang foto di patung alat kelamin pria.

Setelah jam 4 sore akhirnya perjalanan hopping 4 pulau selesai di Phra Nang Beach. Akhirnya kami di drop di dermaga pantai Ao Nang untuk kembali ke hotel masing-masing.

Untuk menuju ke resort kita tidak usah khawatir karena resort sudah menyediakan kendaraan gratis. Tetapi kita harus kumpul di tempat yang sudah di tentukan.
Toko tempat penjemputan ke resort.

Jika kita sudah sampai di toko nanti pegawai toko akan memberi informasi kalau mobil jemputan sudah ada. 
Mobil jemputan akan ada setiap satu jam sekali ke resort atau dari dan ke pantai Ao Nang. Penjemputan terakhir dari pantai Ao Nang jam 10.00 malam.

Setelah istirahat sebentar di resort akhirnya kami menuju ke pantai Ao Nang untuk melihat matahari terbenam pertama setelah musim penghujan. Musim di Thailand berbanding terbalik dengan Indonesia. Sebenarnya kita bisa sewa motor, tetapi karena  lumayan mahal sewa motornya yaitu 200THB sehingga kami urungkan terlebih kita hanya sebentar sewanya.

Sesaat sebelum matahari terbenam

Wisatawan yang sedang foto matahari terbanam

Matahari terbenam diantara dedaunan

Pelangi disaat matahari terbenam

Matahari terbenam pertama yang sempurna di pantai Ao Nang setelah musim penghujan.

Liburan kali ini sebenarnya kami memang merencanakan untuk begadang sehingga di Ao Nang pun kami menikmati kehidupan malam sampai pagi dan di resort hanya untuk ganti pakaian.

Jajanan kaki lima Ao Nang

Jajanan kaki lima Ao Nang

Alat transportasi umum di Ao Nang

Wisatawan yang sedang mengabadikan layangan terbang dari kertas yang di hias gambar hati di pinggir pantai Ao Nang


Sebenarnya resort yang kami pilih lumayan lengkap fasilitasnya karena ada gym dan kolam renang, karena liburannya singkat sehingga tidak bisa begitu menikmati fasilitas tersebut. 

Kolam renang di resort

Terkadang liburan itu harus ada waktu untuk menyendiri seperti ini tanpa ada orang yang mengenal kita.

Di depan meja resepsionis resort

Hammock di depan meja resepsionis

Restaurant dan paket tour

Kamar yang kami gunakan hanya untuk ganti pakaian

Panorama di luar resort

Panorama di belakang kolam renang


Sebelum pisah sama Djazell ketika ikut tur, kami sudah ada janjian menikmati Ao Nang pagi harinya sebelum pulang ke Indonesia. Djazell orangnya sangat menyenangkan dan memiliki pribadi yang hangat.
Dan kami bercerita lama tentang politik Amerika ketika pemerintahan Obama berhenti. 


Karena sudah cukup siang juga akhirnya kami berpamitan sama Djazell untuk pulang ke Indonesia sedangkan Djazell masih lama tinggal di Thailand karena akan pulang ke Amerika di bulan Maret 2014.

Untuk menuju ke bandara kami menggunakan taxi lagi karena akan meminta sopir untuk berhenti di toko souvenir khas Krabi,dengan biayayang  masih sama 600THB.

Dalam perjalanan wisata itu pasti akan menemukan orang baru dengan cerita yang berbeda seperti halnya yang kami alami di Thailand. Sampai ketemu di Bangkok New, dan saya tunggu kedatangan Djazell ke Indonesia.

Biaya :
Tiket pesawat + hotel : Rp 980.000
Uang Saku                 : 3000THB atau Rp 1.140.000
Total                          : Rp. 2.120.000













Postingan populer dari blog ini

Perjalanan Singkat Mengenal Bangkok dan Pattaya

Skye Menara BCA