Satu hari di Tokyo

Setiap tahun di akhir bulan Maret dan awal bulan April adalah waktu yang banyak dipilih oleh wisatawan untuk berlibur ke Jepang, karena bertepatan dengan bunga sakura yang mekar. Dan biasanya cuaca sudah peralihan dari musim dingin ke musim semi. Meskipun begitu tetap saja bagi sebagian wisatawan dari negara tropis akan merasakan kedinginan dengan suhu dibawah 10 derajat celcius dan harus sudah mempersiapkan jaket tebal untuk menghalau udara yang dingin. Akses ke Tokyo sangat mudah dari pintu masuk bandara Haneda dan jika dari bandara Narita cukup lumayan jauh. Dan pastinya dengan sering adanya promo tiket dari maskapai untuk tujuan ke Jepang sehingga menjadikannya sangat populer dan menjadi alternatif tujuan wisata. Terlebih untuk pengurusan visa kunjungan wisata bagi warga Indonesia sudah di beri kemudahan jika memiliki paspor elektronik yaitu adanya Waiver Visa meskipun hanya berlaku 15 hari. Untuk urusan tiket, Delune Tour adalah agen tour yang biasa di percayai untuk mendapatkan tiket promo. Rp 5,045,000 adalah harga tiket promo pulang pergi dari Cathay Pacific yang saya dapatkan.




Untuk transportasi, Tokyo merupakan kota yang memiliki transportasi yang sudah ter koneksi dengan baik dan bagi wisatawan yang melakukan perjalanan sendiri pastinya tidak akan mengalami kesulitan apalagi warganya sangat ringan tangan untuk membantu turis. Di Tokyo ada beberapa wilayah yang mempunyai ciri khas masing - masing seperti Shinjuku, Shibuya, Harajuku, Ginza, Akihabara, Asakusa dan Ueno adalah daerah yang paling populer bagi wisatawan Indonesia meskipun masih ada beberapa wilayah yang juga terkenal seperti Roppongi, Ikebukuro yang sudah pasti memiliki keunikan masing-masing.



Bagi wisatawan muslim, di daerah Shinjuku ada https://www.sakura-hotel.co.jp/hatagaya yang banyak diminati oleh wistawan dari Indonesia karena memiliki musholla dan menu makan yang halal seperti menu masakan Indonesia meskipun dalam rasa pasti berbeda. Biaya hotel permalam untuk kamar tinggal sendiri adalah 6,500 yen tanpa sarapan, jika mau mencoba sarapan akan ada tambahan biaya 390 yen. Sarapan yang dimaksud bukan seperti sarapan seperti di hotel bintang 3 pada umumnya karena hanya sarapan roti dan sop jagung. Bagaimana untuk menuju ke hotel?, ada dua alternatif yaitu pertama menggunakan bus dengan rute dari bandara Haneda menuju stasiun Shinjuku dan dilanjut naik kereta Keio Line jurusan Sasazuka dan berhenti di stasiun Hatagaya dengan biaya 1,320 yen. Dan untuk yang lebih murah adalah naik kereta tetapi harus transit di dua stasiun yaitu Shinagawa dan Shinjuku dengan biaya 610 yen dari bandara ke Shinjuku dan 130 dari Shinjuku ke Hatagaya. Jika tidak tahu cara mengoperasikan mesin tiket kereta di bandara nanti akan ada petugas yang membantu yang penting kita sebutkan nama stasiun tujuan.





Dalam memilih hotel di Tokyo, point yang paling utama adalah adanya stasiun terdekat supaya memudahkan kita untuk bepergian. Tokyo sangat terkenal dengan mahalnya untuk biaya permalam menginap hotel dan makanan. sehingga ada alternatif hotel kapsul yang mungkin harga permalamnya bisa lebih murah. Dan untuk pemilihan transportasi jika kita hanya ingin tour di Tokyo selama satu hari ataupun tiga hari ada tiket terusan Tokyo Metro dan Toei Subway yang pastinya lebih murah di banding beli JR Pass dengan biaya 800 yen untuk 24 jam, 1,200 yen untuk 48 jam dam 1,500 untuk 72 jam. Tiket subway  ini bisa di beli di hotel dan di bandara.



Jika kita hanya punya waktu satu hari untuk keliling di Tokyo maka pihak hotel akan memberitahukan tujuan wisata yang terbaik untuk di kunjungi seperti Ginza yang merupakan daerah mahal karena berderet toko merek-merek ternama dunia dan kenapa tujuan pertama yang dipilih karena untuk memudahkan rute kita selanjutnya untuk menuju ke stasiun akhir Shibuya.






Setelah dari Ginza tujuan selanjutnya Asakusa dan Ueno yang memang berdekatan sehingga bisa di tempuh dengan jalan kaki dari Asakusa. Di Asakusa kita bisa ke kuil Sensoji yang dibangun pada tahun 628 dan yang setiap akhir tahun mengadakan festival "Osame no Kannon" dan dari Asakusa juga akan terlihat Tokyo Skytree.








Shibuya dan Harajuku, inilah daerah yang sangat terkenal karena adanya persimpangan yang mirip dengan yang ada di New York dan merupakan persimpangan yang paling sibuk setiap hari sedangkan Harajuku adalah tempat yang terkenal dengan gaya yang modis.



Meskipun begitu di Harajuku ada taman yang luas yang memiliki konservasi tanaman, kuil dan penyimpanan arak jepang.






Untuk mendapatkan makan siang yang Halal kita bisa menemukan kebab Turki dengan harga 650 yen. Dengan suhu 5 derajat sungguh tidak memungkinkan untuk berlama-lama keliling karena kita bisa terserang flu mendadak sehingga di putuskan hanya sebentar di Shibuya dan Harajuku.

Stasiun Shinjuku, yang merupakan tujuan terakhir untuk tur satu hari di Tokyo. Disinilah stasiun yang tersibuk di Tokyo dengan banyaknya kereta yang berbeda perusahaan dan terminal bus untuk tujuan ke luar dari Tokyo.






Meskipun waktu yang di tempuh menggunakan kereta bawah tanah relatif lebih cepat, tetapi sebagai wisatawan yang sering melihat warga lokal yang lebih memilih untuk jalan kaki sehingga kita akan mengikuti kebiasaan tersebut. Berkeliling satu hari di Tokyo pastinya sangat kurang apalagi jika ingin melihat gunung Fuji karena untuk menuju kesana lama perjalanan yang di tempuh sekitar 1.5 jam sehingga membutuhkan satu hari penuh supaya bisa leluasa mengatur waktunya. Tetapi sangat cocok bagi kita yang ingin menghemat biaya hotel karena bisa bermalam di dalam bus jika akan ke luar kota Tokyo.

Kenapa hanya satu hari di Tokyo?, karena malamnya harus melanjutkan perjalanan ke Kyoto menggunakan https://willerexpress.com/en/ dengan biaya 10.140 yen untuk pulang pergi dari stasiun Shinjuku. Apa saja yang bisa dilihat di Kyoto?, bersambung di cerita selanjutnya.




Postingan populer dari blog ini

Perjalanan Singkat Mengenal Bangkok dan Pattaya

Krabi Yang Mengagumkan

Skye Menara BCA