Sehari di Kyoto

Pada postingan sebelumnya sudah di sebut kota tujuan selanjutnya yang akan di kunjungi adalah Kyoto dan moda transportasi yang dipilih untuk menuju kesana menggunakan bus malam yang bisa di pesan secara online di https://willerexpress.com/en/. Mungkin banyak yang bertanya mengapa pilihannya naik bus malam bukan kereta super cepat Shinkansen yang di tempuh hanya 2 jam setengah dan pastinya berbeda waktu tempuhnya jika menggunakan bus malam. Alasan pertama yang menjadi pertimbangannya adalah harga tiket dan bisa menghemat biaya untuk sewa kamar hotel di Kyoto sehingga memilih menginap di bus meskipun badannya lumayan cape juga. Dengan tanpa tiket JR Pass yang di beli terlebih dahulu ketika masih di Jakarta pastinya harga beli tiket secara langsung pulang pergi stasiun Shinjuku ke stasiun Kyoto menggunakan kereta super cepat sangatlah mahal yaitu 28.220 yen yang jika di rupiahkan Rp 3,415,000. Padahal jika beli tiket JR Pass hanya Rp 3,300,000 untuk masa tinggal 7 hari di Jepang dan sudah termasuk tiket kereta Shinkansen. Meskipun begitu harga tiket bus malam juga tidak murah bagi kebanyakan turis dari Indonesia karena untuk pulang pergi harga tiketnya 10,140 yen yang bila dirupiahkan Rp 1,240,000 rupiah dengan kurs 1 yen sama dengan Rp 122 kurs pada saat itu.



Bagaimana perjalanan bis malam di Jepang? Tentunya sangat jauh berbeda dengan bus malam antar provinsi di Indonesia. Kebanyakan sopir bis di Jepang memakai seragam rapi dan tidak merokok di bis. Bisnya pun sangat nyaman dan meskipun beberapa kali berhenti di tempat istirahat seperti bis antar provinsi yang ada di Indonesia tetapi supir bus di Jepang sangat memperhatikan kenyamanan dan keselamatan dalam berkendara. Setiap kali berhenti dan beristirahat pak supir akan mengecek kembali angin, dan mengetuk pelek bannya untuk meyakinkan apakah ada masalah di bannya atau tidak. Lama perjalanan yang di tempuh menggunakan bis malam adalah 8 jam, sehingga akan tiba di Kyoto pagi hari.

Transportasi apa yang nyaman dan murah untuk keliling di Kyoto?. Untuk bisa mengirit dalam sehari keliling Kyoto adalah membeli tiket terusan satu hari bis kota di Kyoto yang hanya dengan 500 yen yang dirupiahkan Rp 61,000 rupiah kita bisa keliling Kyoto sepuasnya. Sangat murah karena tiket bus kota di Kyoto meskipun jarak yang akan ditempuh dekat maupun jauh tetap sama 230 yen. Dimana lokasi membeli tiket bus terusan dalam satu hari keliling Kyoto?, tiket bisa kita beli di Stasiun Kyoto yang dekat dengan terminal busnya. Untuk membantu wisatawan, ketika kita membeli tiket pihak loket akan memberikan peta gratis rute bus dan nomor busnya. Sebagian wisatawan pasti akan mengira peta transportasi bus kotanya berbahasa Inggris, tetapi ternyata semuanya menggunakan huruf Kanji. Jadi nomor bus saja yang harus diingat dan stasiun tujuan terakhir busnya. Bagaimana melakukan pembayaran dengan menggunakan tiket terusan?. Untuk pertama kali naik bus ketika kita hendak turun masukan kartu pas tersebut terlebih dahulu di mesin samping pak supir, setelah itu ambil kembali untuk tiket ke tujuan berikutnya. Setelah itu untuk perjalanan selanjutnya jika telah sampai di halte tujuan, kita hanya perlu tunjukan ke bapak supir tiket tersebut. Jangan lupa ucapkan terima kasih ketika kita turun dari bis, karena ucapan terima kasih adalah kebiasaan warga Jepang jika turun dari bis. Bagaimana cara naik kedalam bis? apakah sama dengan di Indonesia? adalah berbeda cara masuknya yaitu dari pintu tengah dan turun di pintu depan. Semua bis di Kyoto hanya bisa terima pembayaran pas tanpa kembalian sehingga sopir akan memberitahukan untuk menukar terlebih dahulu uang ongkos dari penumpang sebelum sampai di halte yang dituju. Untuk wisatawan yang membutuhkan peta rute dengan menggunakan bahasa Inggris dan keterangan bisa di dapatkan dengan cara  mengunduh di http://inst.uno.edu/japan/docs/bus_navi_en.pdf.


Arashiyama adalah tujuan pertama, karena memang perjalanan dari stasiun Kyoto menuju kesana akan di tempuh selama satu jam dan jika masih pagi suasana disana masih belum begitu ramai oleh pengunjung sehingga lebih leluasa untuk mendapatkan tempat yang bagus untuk foto. Arashiyama sebenarnya adalah kuburan warga lokal, tetapi yang membuat bagus adalah adanya kebun bambu yang rapi, taman dan sungai yang airnya jernih. Tetapi banyak calon pengantin yang menjadikan lokasi untuk pengambilan foto sebelum pernikahan. Bus yang dinaiki dari stasiun Kyoto adalah nomor 28 dengan jurusan Arashiyama.









Daerah wisata yang paling diminati oleh wisatawan dengan masih terpeliharanya rumah adat warga Jepang dan masih banyak terlihat geisha adalah tujuan kedua saya yaitu Gion. Untuk menuju ke Gion dari Arashiyama adalah naik kembali bus bernomor 28 tujuan stasiun Kyoto dan berhenti di Shijo Karasuma. Dari Shijo Karasuma kita harus meneyeberang jalan terlebih dahulu untuk naik bis bernomor 46 yang akan melewati Gion. Dan di Gion inilah kita bisa menemukan dua rumah makan halal yang berdampingan sehingga bagi wisatawan muslim sangat di rekomendasikan jika ingan makan mie ramen maupun daging yakiniku yang halal. Karena ingin mencoba makan mie ramen tentunya saya memilih https://www.facebook.com/gionnaritaya/  tersedia juga menu nasi sehingga kita bisa makan nasi jika makan ramen merasa kurang kenyang. Harga satu mangkuk ramen ukuran standar 850 yen dan satu porsi nasi 500 yen. Untuk kembali ke stasiun Kyoto sebenarnya ada bus yang langsung tetapi pada saat itu busnya tidak beroperasi sehingga kita harus naik bus yang melewati Shijo Karasuma kembali dan naik bus bernomor 11 menuju stasiun Kyoto.









Kuil di Fushimi Inari adalah tujuan terakhir jalan-jalan sehari di Kyoto. Untuk menuju ke Fushimi Inari dari stasiun Kyoto sangat mudah yaitu naik bus yang bernomor 105. Jangan datang disore hari jika ingin mendapatkan foto yang bagus. Karena seperti yang saya alami ketika tiba disana ternyata sangat banyak wisatawan sehingga jika kita tidak begitu suka keramaian pastinya akan menyingkir sehingga diurungkan untuk naik keatas. Untuk kembali ke stasiun Kyoto karena hanya ada satu bus yang melewati Fushimi Inari sehingga sangat memudahkan wisatawan tanpa harus ganti nomor bus yang lain.







Rencana awalnya adalah akan pergi ke Osaka jika masih masih ada waktu dengan naik kereta Shinkansen karena harganya tidak begitu mahal untuk perjalanan pulang pergi dari Kyoto yaitu 6,020 yen yang jika di rupiahkan Rp 720,000 rupiah dengan waktu tempuh kurang dari satu jam. Tetapi karena waktu bergulir begitu cepat sehingga diurungkan untuk mencoba kereta Shinkansen, semoga untuk kunjungan berikutnya bisa mencobanya. Akhirnya hanya menikmati senja di stasiun Kyoto.











Postingan populer dari blog ini

Perjalanan Singkat Mengenal Bangkok dan Pattaya

2 hari 1 malam di Krabi

Taman Wisata Alam Mangrove Pantai Indah Kapuk Jakarta